PLN Catat 7.125 Pelanggan Jabar Gunakan Home Charging Kendaraan Listrik

Desanesia– PT PLN UID Jawa Barat mencatat sebanyak 7.125 pelanggan telah memanfaatkan layanan home charging untuk kendaraan listrik. Jumlah tersebut termasuk 2.034 pelanggan baru yang menggunakan fasilitas pengisian daya dari rumah sepanjang Januari hingga awal Agustus 2026.
Pertumbuhan penggunaan home charging juga terlihat pada semester pertama 2026. Hingga Juni, tercatat penambahan 1.582 pelanggan, kemudian bertambah 452 pelanggan dalam dua bulan berikutnya.
General Manager PLN UID Jawa Barat M Joharifin mengatakan pertumbuhan pelanggan home charging pada semester pertama 2026 meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Di semester pertama tahun ini, trennya tumbuh 5,68 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 1.497 pelanggan,” ujar Joharifin dalam keterangannya, Rabu (26/8), dikutip dari Jakarta.SuaraMerdeka.com.
Berdasarkan wilayah, jumlah pelanggan home charging terbanyak berada di Bandung dengan 1.497 pelanggan. Selanjutnya, Bogor tercatat memiliki 1.146 pelanggan dan Gunung Putri sebanyak 1.058 pelanggan.
“Pertumbuhan tersebut menunjukkan layanan pengisian daya dari rumah semakin menjadi bagian dari kebutuhan pengguna kendaraan listrik di Jawa Barat,” kata Joharifin.
Menurutnya, kemudahan pengisian daya menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik. PLN pun terus memperkuat layanan pengisian daya melalui integrasi home charging dengan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
“Pengguna kendaraan listrik memiliki semakin banyak pilihan untuk mengisi daya. Di rumah, pelanggan dapat memanfaatkan Home Charging dengan lebih praktis dan fleksibel, sementara saat beraktivitas atau melakukan perjalanan tersedia SPKLU,” ujarnya.
Untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan fasilitas pengisian daya di rumah, PLN juga memberikan sejumlah insentif hingga akhir 2026. Pelanggan dapat memperoleh potongan harga hingga 50 persen untuk biaya pemasangan baru maupun tambah daya home charging.
Selain itu, tersedia diskon tarif listrik sebesar 30 persen untuk pengisian kendaraan listrik pada pukul 22.00 hingga 05.00 WIB.
Joharifin menegaskan penguatan home charging dan SPKLU merupakan bagian dari upaya PLN membangun ekosistem kendaraan listrik yang semakin kuat. Ketersediaan fasilitas pengisian daya di rumah maupun ruang publik memberikan keleluasaan bagi pengguna dalam menentukan waktu dan lokasi pengisian.
“Ekosistem kendaraan listrik akan semakin kuat ketika penggunanya merasa mudah mendapatkan energi di mana pun dibutuhkan,” ujar Joharifin. [nfa]









