Nasional

Salurkan Bantuan Gempa Flores, MDMC dan Lazismu Terjunkan Tim Medis hingga Dapur Umum

Pos koordinasi dan pelayanan Muhammadiyah di Cianjur/Muhammadiyah

Desanesia – Bencana gempa bumi yang mengguncang tujuh kabupaten di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu gelombang solidaritas nasional. Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Lazismu menggalang kekuatan jaringan relawan, rumah sakit, dan perguruan tinggi lintas provinsi untuk mempercepat penanganan darurat di lokasi bencana.

Aksi gotong royong nasional ini melibatkan pengerahan tim medis, fasilitas kesehatan, hingga armad logistik dari wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY, hingga Nusa Tenggara Barat untuk menopang kebutuhan warga terdampak di NTT.

Wakil Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Indrayanto, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas wilayah ini dibentuk untuk memastikan pelayanan kemanusiaan dapat menjangkau penyintas bencana secara cepat dan merata.

“Pelayanan diperkuat dengan pengerahan relawan MDMC setempat dan dukungan relawan dari sejumlah perguruan tinggi serta fasilitas kesehatan Muhammadiyah. Kehadiran relawan, tenaga kesehatan, serta dukungan logistik di masing-masing titik diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana,” ujar Indrayanto dalam keterangan resminya, Selasa, (18/8).

Aksi kemanusiaan di lapangan menyatukan potensi mahasiswa dan tenaga medis profesional. Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang tengah menjalankan program KKN bahu-membahu dengan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kupang serta Universitas Muhammadiyah Maumere dalam proses asesmen dan pendataan pengungsi.

Di sektor kesehatan, pendampingan medis diperkuat oleh pengerahan dokter dan perawat dari Klinik Utama Muhammadiyah Ende, RS Muhammadiyah Bima, hingga RS Muhammadiyah Lamongan.

Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DIY turut mengordinasikan bantuan medis lanjutan guna merawat korban luka serta mendampingi warga yang trauma akibat gempa susulan.

Untuk menopang kebutuhan konsumsi dan evakuasi ribuan pengungsi, MDMC Jawa Timur memberangkatkan armada khusus berupa dua unit mobil rescue dan satu unit dapur umum lapangan. Dapur umum ini dikerahkan untuk menyuplai makanan siap saji di posko-posko pengungsian.

Seluruh sumber daya gabungan ini disalurkan melalui Pos Koordinasi Pusat di Klinik Muhammadiyah Ende dan tersebar di 10 titik Pos Pelayanan (Mbay, Waekokak, Ngolombai, UM Maumere, SMK Muhammadiyah Manggarai Timur, Reo, Cabal, Labuan Bajo, dan Ruing).

Soliditas jaringan lintas daerah ini menjadi bukti nyata bahwa penanganan bencana gempa Flores dilakukan secara gotong royong dan terintegrasi demi mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat NTT.

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *