Langkah Pemprov DKI Mempercepat Penataan Ruang dan Transportasi Modern

Desanesia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memacu percepatan penataan ruang kota dan integrasi transportasi modern guna memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang inklusif. Momentum Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Balai Kota Jakarta, Senin, (17/8).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan bahwa kemajuan fisik kota harus dirancang terintegrasi demi memberikan kemudahan konektivitas dan kenyamanan bagi seluruh warga.
“Pembangunan Jakarta diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, mengurangi ketimpangan, dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal,” ujar Gubernur Pramono di hadapan jajaran ASN dan Forkopimda.
Salah satu terobosan transportasi yang disiapkan Pemprov DKI adalah perluasan jangkauan layanan Transjakarta hingga ke wilayah Kepulauan Seribu. Pengelolaan moda transportasi laut secara profesional ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada tahun 2027 guna mengikis ketimpangan aksesibilitas warga pulau.
Selain ekspansi rute baru, Pemprov DKI memfokuskan pembenahan estetika dan fungsi tata ruang kota. Langkah nyata tersebut ditunjukkan melalui rencana pembongkaran tiang monorel di Jalan H.R. Rasuna Said yang telah bertahun-tahun terbengkalai.
“Mulai 2027, transportasi laut ke Kepulauan Seribu akan dikelola secara profesional oleh Transjakarta. Bersamaan dengan itu, penataan ruang kota terus dimaksimalkan, termasuk pembongkaran tiang monorel di Jalan H.R. Rasuna Said dan penguatan integrasi transportasi publik di kawasan JIS-Ancol,” ujarnya.
Langkah penataan kota ini juga dibersamai dengan percepatan proyek strategis lainnya, seperti LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai, MRT Fase 2 Bundaran HI-Kota Tua, Pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas, hingga pembangunan rumah sakit di eks lahan RS Sumber Waras.
Melalui transformasi infrastruktur dan penguatan tata kelola ini, Pemprov DKI optimistis dapat mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sembilan kali berturut-turut sekaligus mengakselerasi pencapaian Jakarta masuk dalam jajaran 50 besar kota global terbaik di dunia.









