Polisi Kejar Dua Pelaku Pencurian Motor yang Tembak Driver Ojol di Matraman

Desanesia– Kasus penembakan terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol) saat menggagalkan aksi pencurian sepeda motor di kawasan Saluba, Kelurahan Palmeriam, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (18/7), masih didalami aparat kepolisian. Peristiwa tersebut terjadi ketika korban berupaya menghalangi dua pelaku curanmor yang berusaha melarikan diri setelah aksinya dipergoki pemilik kendaraan. Informasi mengenai kejadian ini dilansir dari ipol.id.
Kapolsek Matraman, Kompol Suripno, mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap identitas kedua pelaku. Korban yang diketahui berinisial AAS mengalami luka tembak di paha kanan dan telah mendapatkan penanganan medis.
“Warga yang menghalangi percobaan curanmor kena tembak. Olah TKP sudah kami lakukan dan saksi-saksi pendukung juga sudah kami mintai keterangan,” ujar Suripno kepada wartawan, Senin (20/7).
Sementara itu, seorang warga bernama Ningsih alias Nini mengaku sempat mendengar suara pintu dibanting sesaat sebelum aksi tersebut terjadi. Awalnya ia mengira suara itu berasal dari penghuni rumah yang sedang bercanda dengan anggota keluarganya.
“Terus pelaku keluar, pemilik rumah keluar juga sambil bilang maling bu, saya takut langsung masuk ke dalam,” tutur Nini.
Hingga kini, polisi masih memburu dua pelaku yang melarikan diri usai insiden penembakan tersebut. Aparat juga terus mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap kasus percobaan pencurian kendaraan bermotor yang disertai aksi kekerasan tersebut.
Saksi mata Ningsih alias Nini mengaku sempat melihat dua pelaku memasuki rumah yang menjadi sasaran pencurian. Menurutnya, salah seorang pelaku kemudian keluar sambil tertawa sehingga ia mengira keduanya hanya sedang bercanda.
“Saya pikir kan bercanda ya, ketok pintu terus lari, kan gitu ya bercanda. Korban kenapa banting pintu karena dia pergokin itu maling, tiba-tiba pelaku keluarin senjata api makanya gubrak gitu pintunya,” ujar Nini.
Nini menuturkan, meski telah diteriaki sebagai maling oleh pemilik rumah, kedua pelaku tetap melarikan diri dengan tenang sambil membawa senjata api. Warga yang mengetahui kejadian itu kemudian berusaha mengejar pelaku yang kabur menggunakan sepeda motor ke arah Jalan Matraman Raya.
“Saya enggak berani teriak maling takut ditembak, saya bengong saja. Dikejar sampai ke pasar, dia sempat tembakin senjata ke atas. Kalau di sini cuma nodongin saja,” tutupnya. [nfa]








