Nasional

Prabowo Resmikan Lima Bendungan, Optimistis Indonesia Menjadi Lumbung Pangan Dunia

Prabowo Resmikan Lima Bendungan/Ist

Desanesia– Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan pada Jumat (10/7) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan, energi, dan sumber daya air nasional. Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat, Jlantah di Jawa Tengah, Sidan di Bali, serta Keureuto dan Rukoh di Aceh memiliki total daya tampung sekitar 371 juta meter kubik dan diproyeksikan mampu mendukung produksi padi hingga 720 ribu ton per tahun.

Prabowo menyatakan pembangunan infrastruktur tersebut semakin memperkuat optimisme bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu lumbung pangan dunia.

“Saya yakin kita akan menjadi lumbung pangan dunia. Dari kita impor, impor, impor, sekarang kita sudah mulai ekspor pangan ke negara-negara lain,” ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan Indonesia kini berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan cita-cita sebagai lumbung pangan dunia. Menurutnya, keberhasilan mencapai swasembada beras pada tahun lalu menjadi tonggak penting yang membuka peluang ekspor, sementara sejumlah komoditas pangan strategis lainnya juga diproyeksikan mengalami surplus. Kondisi tersebut, lanjutnya, telah menarik minat beberapa negara yang meminta Indonesia menjadi pemasok kebutuhan pangan mereka.

“Sekarang kita sudah diminta bantuan. Mohon kita bisa jual ke Brasil, Filipina, India,” katanya.

Prabowo menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia tengah berada di jalur kebangkitan, khususnya di sektor pangan. Menurutnya, berbagai pembangunan infrastruktur pendukung akan semakin memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.

“Jadi Indonesia sekarang, tanpa banyak gembar-gembor, kita menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang sedang bangkit dan akan bangkit terus,” tegasnya.

Prabowo berharap peresmian lima bendungan tersebut menjadi momentum untuk semakin memperkuat langkah Indonesia menuju ketahanan pangan dan cita-cita sebagai lumbung pangan dunia.

Ia juga mengajak pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat menjaga serta mengelola bendungan secara optimal agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan, terutama dengan memastikan para petani memperoleh pasokan air yang memadai untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

“Jaga bendungan-bendungan ini dengan baik, kelola dengan profesional, rawat dengan baik. Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai ke petani. Para petani adalah produsen pangan, yanpa pangan tidak ada negara,” jelas dia.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan lima bendungan yang diresmikan tersebut dibangun untuk mendukung target swasembada pangan, energi, dan air sesuai Asta Cita Presiden Prabowo. Menurutnya, infrastruktur itu akan mengairi sekitar 40 ribu hektare lahan pertanian melalui jaringan irigasi sepanjang kurang lebih 280 kilometer, menyediakan air baku hingga 3,6 meter kubik per detik, serta membantu mengurangi risiko banjir di area sekitar 932 hektare.

Selain itu, bendungan-bendungan tersebut juga memiliki potensi mendukung ketahanan energi nasional melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung.

“Sedangkan untuk ketahanan energi, ini turut menyumbang potensi pembangkit listrik tenaga air sebesar 9,6 MW dan pembangkit listrik tenaga surya terapung sebesar 346 MW,” kata Dody.

Ia berharap infrastruktur yang telah dibangun tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani, sekaligus memperkuat ketahanan nasional di berbagai sektor. [nfa]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *