Nasional

Kemendikdasmen: Revitalisasi Sekolah Hadirkan Ruang Belajar yang Lebih Nyaman di Pontianak

Kondisi SDN 05 Kecamatan Pontianak Timur/Kemendikdasmen

Desanesia – Revitalisasi sekolah di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, tidak hanya mengubah tampilan bangunan, tetapi juga mengubah suasana belajar. Dengan ruang kelas yang lebih layak, bersih dan terang, para guru lebih leluasa menerapkan pembelajaran yang kreatif.

Perubahan ini juga membuat murid menjadi lebih bersemangat dalam belajar. Hal ini dirasakan langsung oleh sekolah-sekolah penerima Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Salah satu perubahan nyata terlihat di SDN 05 Kecamatan Pontianak Timur. Setelah menunggu sekitar 2 tahun, sekolah yang memiliki 546 murid dan 21 guru itu memperoleh rehabilitasi 16 ruang kelas, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang administrasi, 1 ruang UKS, 1 ruang laboratorium, satu paket toilet serta pembangunan tiga ruang kelas baru dan tiga paket toilet beserta sanitasinya.

Lingkungan belajar yang sebelumnya memiliki keterbatasan pencahayaan, sirkulasi udara dan fasilitas kini berubah menjadi ruang yang lebih nyaman guna mendukung proses pembelajaran.

Kepala SD Negeri 05 Kecamatan Pontianak Timur, Bona Ventura mengatakan, perubahan terbesar justru terlihat dari semangat warga sekolah.

“Para guru kini bekerja dengan ketenangan dan kenyamanan yang lebih besar sehingga mereka sepenuhnya dapat mencurahkan perhatian pada pembelajaran dan pembentukan karakter para siswa,” ujarnya.

Menurut Bona, kondisi sekolah yang baik membuat proses pembelajaran berlangsung kondusif. Guru kini lebih leluasa menerapkan metode belajar yang beragam dan kreatif.

Gangguan akibat ruang kelas yang panas, bocor, maupun fasilitas yang rusak sudah diperbaiki sehingga kegiatan belajar menjadi lancar. Kehadiran murid juga meningkat, dan warga sekolah belajar arti tanggung jawab dengan memelihara kebersihan lingkungan sekolah secara bersama-sama.

Perubahan serupa juga dirasakan di SMA Negeri 12 Pontianak. Setelah menunggu sekitar empat tahun, sekolah tersebut memperoleh bantuan revitalisasi berupa tujuh ruang kelas. Saat ini SMAN 12 memiliki 610 peserta didik, 38 guru, dan 10 tenaga kependidikan.

Kepala SMAN 12 Pontianak, Ana Sri Sayekti Matofani, mengatakan fasilitas baru membuat pembelajaran berlangsung jauh lebih nyaman dibanding sebelumnya.

“Pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dengan sarana dan prasarana baru yang sebelumnya belum kami miliki,” katanya.

Ana berharap program tersebut dapat terus berlanjut untuk memenuhi kebutuhan tambahan tujuh ruang kelas sehingga layanan pendidikan akan semakin optimal.

Dampak positif juga dirasakan SMP Negeri 12 Pontianak yang memiliki 687 murid dan 27 guru. Sekolah ini menerima bantuan pembangunan berupa 16 unit toilet baru serta rehabilitasi dua ruang kelas setelah menunggu sekitar dua tahun.

Kepala SMP Negeri 12 Pontianak, Sri Aryanti, mengatakan fasilitas baru langsung meningkatkan kenyamanan warga sekolah.

“Guru dan siswa senang, terutama dengan adanya toilet baru yang sangat memadai. Semangat belajar siswa juga semakin meningkat,” ujarnya.

Sri berharap dukungan revitalisasi terus berlanjut karena masih terdapat sejumlah ruang kelas lama yang memerlukan perbaikan agar seluruh peserta didik dapat belajar di lingkungan yang aman dan nyaman.

Pengalaman tiga sekolah tersebut menunjukkan bahwa revitalisasi tidak hanya menghasilkan bangunan yang lebih layak. Lingkungan belajar yang lebih baik menghadirkan perubahan perilaku, meningkatkan motivasi belajar peserta didik, memberi ruang bagi guru untuk lebih kreatif, sekaligus memperkuat optimisme sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Bagi Kemendikdasmen, inilah makna sesungguhnya dari revitalisasi yaitu menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan oleh para penerima manfaat.

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *