Fadli Zon Tekankan Hilirisasi Kebudayaan demi Meningkatkan Kesejahteraan Pelaku Budaya

Desanesia– Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengajak seluruh pemangku kepentingan mempercepat hilirisasi kebudayaan agar manfaat ekonomi dari warisan budaya Indonesia dapat dirasakan langsung oleh para pelaku budaya, seniman, perajin, komunitas adat, dan daerah asalnya.
Ajakan tersebut disampaikan saat menjadi pembicara dalam Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026 bertema Kebudayaan dan Ekonomi Kerakyatan: Fondasi Kemandirian Ekonomi Bangsa di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (28/6).
Menurut Fadli, selama ini kebudayaan masih sering dipandang sebagai pelengkap pembangunan. Padahal, budaya memiliki nilai ekonomi yang dapat menjadi sumber pertumbuhan nasional.
“Kebudayaan adalah modal dan infrastruktur peradaban. Kebudayaan membentuk cara bangsa berproduksi, beradaptasi, berinovasi, dan membangun solidaritas. Karena itu, kebudayaan harus menjadi bagian dari strategi kemandirian ekonomi,” katanya.
Fadli Zon mengatakan Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat besar, mulai dari 1.340 kelompok etnis, 718 bahasa daerah, ribuan warisan budaya takbenda, hingga berbagai situs warisan dunia. Namun, potensi tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, Kementerian Kebudayaan akan memperkuat hilirisasi budaya melalui perlindungan hak cipta dan kekayaan intelektual komunal, penguatan basis data kebudayaan nasional, perluasan akses pembiayaan dan pasar bagi pelaku budaya, serta mendorong perguruan tinggi menjadi pusat riset dan inovasi industri budaya.
Menurut Fadli, kemandirian ekonomi bangsa tidak hanya bergantung pada kebijakan fiskal, moneter, dan perdagangan, tetapi juga pada kemampuan mengelola pengetahuan, kreativitas, serta identitas budaya sebagai sumber nilai ekonomi.
“Kemandirian ekonomi harus tumbuh dari kekuatan sendiri, berpihak kepada rakyat, dan berakar pada kebudayaan Indonesia,” ujarnya.
Sarasehan KSTI 2026 menjadi forum yang mempertemukan kalangan akademisi, peneliti, pemerintah, dan dunia industri untuk merumuskan strategi memperkuat kemandirian ekonomi berbasis sains, teknologi, dan kebudayaan. [nfa]








