Kepala BMKG: Teknologi Harus Menjadi Instrumen Perlindungan Kemanusiaan

Desanesia– Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan penguasaan teknologi berbasis sains penting untuk mendukung keselamatan masyarakat dan menghadapi ancaman bencana serta perubahan iklim.
Dalam kegiatan Jumpa Tokoh Nasional di SMA Taruna Nusantara Magelang, Sabtu (9/5), ia menyebut teknologi harus dimanfaatkan untuk melindungi kehidupan manusia melalui penyediaan informasi cuaca dan kebencanaan yang cepat serta akurat.
“Sebagai Kepala BMKG, sasaran utama dan prioritas kami adalah menjaga keselamatan masyarakat dari ancaman bencana hidrometeorologi dan gempa bumi. Data yang akurat sangat penting untuk menyelamatkan nyawa, mengamankan ekonomi masyarakat, dan menjaga infrastruktur vital negara kita. Kami terus berupaya memperkuat sistem peringatan dini agar masyarakat siap sebelum bencana besar terjadi,” ujar Faisal.
Ia mengatakan Indonesia termasuk negara dengan risiko bencana yang tinggi, mulai dari gempa bumi, tsunami, longsor, banjir, hingga cuaca ekstrem. Karena itu, upaya mitigasi dan kesiapsiagaan perlu diperkuat secara menyeluruh dengan melibatkan pemerintah pusat hingga masyarakat di daerah.
“Yang terpenting adalah bagaimana risiko bencana dikomunikasikan kepada publik agar masyarakat tidak panik, tetapi siap siaga,” jelasnya.
Faisal mengatakan penyebaran informasi kebencanaan yang cepat, akurat, dan mudah dipahami sangat penting untuk mengurangi risiko korban jiwa serta kerugian akibat bencana.
Karena itu, BMKG terus memperkuat teknologi pemantauan dan sistem peringatan dini, sekaligus mengembangkan riset kebencanaan dan layanan informasi cuaca untuk mendukung pembangunan.
Ia juga mengajak para siswa memanfaatkan masa muda untuk membangun karakter dan semangat pengabdian bagi bangsa.
Selain membahas teknologi dan kebencanaan, Faisal turut mengajak para siswa untuk memaknai masa muda sebagai fase penting dalam membangun karakter, integritas, dan semangat pengabdian. Ia mencontohkan Ki Hajar Dewantara yang membangun gagasan besar melalui komunitas belajar bernama “Selasa Kliwonan”.
“Ki Hajar Dewantara memiliki komunitas bernama Selasa Kliwonan yang menjadi ruang peer learning untuk melahirkan ide-ide besar bagi Indonesia. Anda semua memiliki Komunitas Taruna Nusantara yang bukan hanya untuk tiga tahun, tetapi untuk seumur hidup,” pesannya.
Ia menilai budaya persaudaraan, kepemimpinan, dan pengabdian yang dimiliki Taruna Nusantara merupakan modal penting dalam membangun generasi unggul menuju Indonesia Emas. Faisal juga mengingatkan bahwa proses belajar tidak terbatas pada ruang kelas, melainkan berlangsung sepanjang kehidupan.
Dalam kegiatan tersebut, Faisal juga menjelaskan peran BMKG dalam mendukung adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalui layanan informasi cuaca, iklim, dan gempa bumi.
Ia turut memperkenalkan STMKG sebagai lembaga pendidikan yang mencetak sumber daya manusia di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika. BMKG berharap para siswa semakin memahami pentingnya sains, teknologi, dan kepemimpinan dalam menghadapi tantangan global. [nfa]








