IHSG Anjlok 3,38 Persen ke Level 7.129, Pasar Saham Tertekan di Penutupan Perdagangan

Desanesia – Kabar kurang mengenakkan datang dari pasar modal Indonesia. Pada penutupan perdagangan Jumat, (24/4), IHSG yang menjadi “termometer” kesehatan ekonomi kita, tampak sedang tidak sehat. Indeks ditutup turun drastis sebesar 3,38 persen.
Bila dilihat dari angka poinnya, IHSG meluncur turun sebanyak 249,12 poin dan berakhir di level 7.129,49. Padahal, pada pagi harinya, pasar sempat dibuka dengan cukup tenang di level 7.378. Namun, bukannya naik, harga-harga saham justru terus merosot sepanjang hari.
Kenapa Angkanya Bisa Turun Tajam?
Bayangkan IHSG adalah rata-rata harga barang di sebuah pasar besar. Jika angka IHSG turun tajam, artinya mayoritas saham perusahaan-perusahaan besar di Indonesia sedang dijual dengan harga lebih murah karena banyak orang yang memilih untuk menjual sahamnya secara bersamaan.
Harga saham terus merosot sepanjang hari karena lebih banyak investor yang memilih menjual daripada membeli. Kalau kita lihat grafiknya, tren turun ini sudah terjadi sejak pagi sampai siang, dan baru terlihat naik-turun tak menentu di sore hari. Kondisi di bursa saham kita ini biasanya dipicu oleh rasa khawatir investor, entah karena kabar dari dalam negeri maupun situasi ekonomi dunia yang sedang tidak menentu.
Apa Dampaknya bagi Masyarakat?
Pergerakan IHSG adalah cermin kepercayaan dunia terhadap ekonomi Indonesia,jika IHSG terus-menerus turun tajam, ini bisa menjadi sinyal bahwa ekonomi sedang lesu. Dampaknya bisa merembet ke dunia usaha, seperti perusahaan yang jadi lebih sulit berkembang atau menahan diri untuk membuka lowongan kerja baru. [fai]








