Kabupaten Bekasi Tanpa Desa Tertinggal: Strategi Pembangunan Mandiri dan Maju

Desanesia – Kabupaten Bekasi mencatat kemajuan dalam pembangunan desa serta mampu berkontribusi langsung terhadap pembangunan daerah dan nasional. Data terbaru menunjukkan, desa-desa di Bekasi kini berada pada level mandiri, maju, atau berkembang, tanpa satupun desa tertinggal.
Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja membeberkan data tersebut dalam apel pagi sekaligus peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Plaza Pemerintah Kabupaten Bekasi, Senin, 19 Desember 2026.
Asep menekankan, capaian pembangunan desa tidak hanya terlihat dari indikator administratif, tetapi juga merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, aparat desa, dan warga.
“Momentum ini mengajak kita semua untuk merefleksi kembali peran strategis desa sebagai fondasi utama pembangunan daerah dan nasional,” ujar Asep.
Berdasarkan Keputusan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Nomor 343 Tahun 2025, Kabupaten Bekasi kini memiliki 83 desa berstatus mandiri, 55 desa maju, dan 41 desa berkembang.
“Yang patut menjadi kebanggaan kita bersama, Kabupaten Bekasi sudah tidak memiliki desa berstatus tertinggal maupun sangat tertinggal,” tegasnya.
Asep menekankan, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja sama solid antara pemerintah daerah, pemerintah desa, kecamatan, serta dukungan aktif masyarakat.
“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada perangkat daerah, para kepala desa, perangkat desa, para camat, dan seluruh aparatur sipil negara yang telah berkontribusi aktif dalam pembangunan dan kemajuan desa-desa di Kabupaten Bekasi,” kata Asep.
Ia juga memberikan ucapan selamat kepada 23 desa dan 2 kelurahan yang meraih penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Anugerah Gerapura Sri Baduga tingkat kecamatan, serta satu desa terbaik tingkat Kabupaten Bekasi.
Meski berbagai pencapaian telah diraih, Asep mengingatkan, pembangunan desa tetap menghadapi tantangan, mulai dari kondisi alam hingga dinamika sosial dan ekonomi, yang membutuhkan strategi dan antisipasi bersama.
“Mari kita jadikan peringatan Hari Desa ini sebagai penguat komitmen untuk terus membangun desa yang maju, mandiri, dan tangguh demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.








